Puluhan tahun sudah Kakek Camin berjualan taoge goreng. Bahkan perjuangannya mencari nafkah telah dimulai sejak masa Presiden Soekarno hingga hari ini. Kini di usia 90 tahun, tubuhnya tak lagi kuat seperti dulu, namun Kakek tetap berjualan dari pagi hingga sore di pinggir jalan demi mendapatkan uang untuk makan. Dengan peralatan sederhana dan cara memasak tradisional menggunakan kayu bakar serta bungkus daun pisang, beliau mempertahankan usaha kecil yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan.

Perjuangan Kakek Camin tidak mudah. Di tengah perkembangan zaman, dagangannya sering dianggap kuno dan kampungan oleh sebagian orang. Tak jarang beliau menerima hinaan saat berjualan. Lebih pilu lagi, dagangannya sering tidak laku sehingga penghasilannya hanya sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari, bahkan terkadang pulang tanpa membawa uang sama sekali. Kakek pun tinggal di sebuah gubuk sederhana dengan kondisi yang serba terbatas. Di usia 90 tahun, saat tubuhnya semakin renta, Kakek Camin masih berdiri di pinggir jalan menunggu pembeli agar bisa membawa pulang makanan untuk hari itu.
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu Kakek Camin mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk menambah modal usaha, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta membantu mewujudkan keinginannya untuk terus berbagi kepada anak-anak yatim. Mari hadir menjadi harapan bagi Kakek Camin agar ia tidak lagi menghadapi masa tua dalam kekurangan. Klik tombol donasi sekarang dan bantu perjuangan Kakek Camin bertahan hidup.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |